Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk memanfaatkan tablet sebagai pengganti buku pelajaran. Mendikbud, Anies Baswedan mengatakan sistem baru dalam pembelajaran di Indonesia ini diberi nama e-Sabak atau elektronik sabak. Sabak adalah media untuk menulis yang dipakai para pelajar Indonesia puluhan tahun lalu.
![]() |
| Kemendikbud berencana untuk memanfaatkan tablet sebagai pengganti buku pelajaran. |
Menurutnya, mengganti buku pelajaran dengan komputer tablet ini akan membantu pelajar di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Selama ini sulitnya medan dan akses menuju daerah 3T, membuat pelajar di daerah itu sulit mendapatkan buku sebagai bahan belajar. Dengan konsep e-Sabak diharapkan masalah tersebut bisa diatasi.
"Biasanya mereka sulit mendapat buku ajar kalau sudah dibikin digital kan akan lebih mudah mereka dapat. Jadi pelajar di daerah 3T nanti akan memiliki kualitas yang setara dengan pelajar di perkotaan," kata Anies.
Dana untuk mewujudkan rencana sistem baru dengan memanfaatkan perangkat teknologi komputer tablet itu sudah ada. Tetapi, untuk urusan lebih jelas Anies berkata baru bisa memaparkannya setelah pembahasan lebih lanjut.
Kemendikbud menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Telkom. Ketiganya akan melakukan rapat lebih mendalam terkait konsep baru mengganti buku pelajaran dengan bentuk digital itu.
Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2015/01/buku-pelajaran-bakal-diganti-dengan-tablet.html#ixzz40U9626Vm
Salam Hangat
Anisa Amalia







0 komentar:
Posting Komentar